November 19 2020 0Comment
Benih Nila Merah Bangkok

Profil Induk Unggul Ikan Nila Yang Sudah Dilepas/Dirilis

1. Ikan Nila Jica
Dasar hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.52/MEN/2004 tanggal 20 Desember 2004 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila JICA sebagai varietas baru
Instansi Pemulia
Balai Budidaya Air Tawar Jambi
Keunggulan
pertumbuhan yang cepat dan disukai oleh masyarakat
Fekunditas 1000 – 4.100 butir/kg
Sintasan > 80%

2. Ikan Nila Gesit
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.44/MEN/2006 tanggal 14 Desember 2004 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila Gesit sebagai Galur Unggul Induk Ikan Nila jantan
Instansi Pemulia
BBPBAT Sukabumi
Keunggulan
Lebih tahan terhadap penyakit serta lebih aman dikonsumsi jika menggunakan hormon

3. Ikan Nila Nirwana
Dasar hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.45/MEN/2006 tanggal 14 Desember 2006 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila Nirwana sebagai varietas Unggul Induk Penjenis
Instansi Pemulia
Balai Pengembangan Benih Ikan Wanayasa Jawa Barat
Pertumbuhannya yang cepat dimana dalam waktu 6 bulan dapat mencapai bobot 1 Kg serta struktur daging yang lebih tebal dan kenyal
Fekunditas 1500-2000 butir/kg
Sintasan > 90%

4. Ikan Nila Jatimbulan
Dasar hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.11/MEN/2008 tanggal 19 Februari 2008 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila Jatimbulan sebagai varietas Galur Unggul Ikan Nila
Instansi Pemulia
BPBAT Umbulan, Jawa Timur
Keunggulan
pertumbuhannya lebih cepat dan dagingnya lebih kenyal
Fekunditas 1800-2500 butir/kg
Sintasan > 85%

5. Ikan Nila Best
Dasar hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.77/MEN/2009 tanggal 23 Oktober 2009 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila BEST sebagai varietas Galur Unggul Ikan Nila
Instansi Pemulia
Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar (BRPBAT) Bogor
Keunggulan
Dapat hidup di lingkungan yang bersifat ekstrim dan tahan terhadap penyakit, pertumbuhannya lebih cepat dan menghasilkan telur 3-5 kali lebih banyak serta tingkat hidupnya di atas 90 %
Fekunditas 6200-2993 butir/kg
Sintasan > 85%

6. Nila Larasati (Nila Merah Strain Janti)
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.79/MEN/2009 tanggal 23 Oktober 2009 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila Larasati sebagai Benih Bermutu
Instansi Pemulia
BPBAT Janti, Klaten, Jawa Tengah
Keunggulan
Memiliki warna merah dengan laju pertumbuhan yang cepat dan tahan terhadap lingkungan yang adaftif
Sintasan > 85%87.37±3.93 ; 97.31±2.62 %

7. Ikan Nila Nirwana II
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.23/MEN/2012 tanggal 20 April 2012 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila Nirwana II
Instansi Pemulia
Balai Pengembangan Benih Ikan Wanayasa Jawa Barat
Keunggulan
Dapat tumbuh dengan cepat di perairan tawar
Fekunditas 1500-2000 butir/kg
Dapat tumbuh dengan cepat di perairan tawar
Sintasan > 80%

8. Ikan Nila Sultana
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.28/MEN/2012 tanggal 7 Juni 2012 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila Sultana
Instansi Pemulia
Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar, BBPBAT Sukabumi Jawa Barat
Keunggulan
Pertumbuhannya lebih baik
Fekunditas 1000-2000 butir/kg
Sintasan > 70-80%

9. Ikan Nila Srikandi (Sukamandi)
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.09/MEN/2012 tanggal 22 Februari 2012 tentang Pelepasan Varietas Ikan Nila Srikandi
Instansi Pemulia
Balai Penelitian Pemuliaan Ikan Sukamandi Jawa Barat
Keunggulan
Dapat tumbuh dengan baik pada salinitas 10-30 ppt dibandingkan strain ikan nila lainnya serta pertumbuhannya lebih cepat
Sintasan benih umur 1 bulan 90,71 ± 2,47

10. Ikan Nila Anjani
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.46/MEN/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Pelepasan Ikan Nila Anjani
Instansi Pemulia
Balai Pembenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Aik Mel, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Keunggulan
Dalam laju pertumbuhan memiliki ketahanan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan
Fekunditas 2.384 butir /kg
Sintasan > 90%

11. Nila Merah Nilasa
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.47/MEN/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Pelepasan Ikan Nila Merah Nilasa
Instansi Pemulia
Unit Kerja Budidaya Air Tawar Cangkringan, Balai pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah istimewa Yogjakarta
Keunggulan
Cepat tumbuh SR tinggi, FCR rendah, memiliki warna merah
Fekunditas 6.042 ± 2.002 butir telur per kg induk
Sintasan > 95%

12. Nila Jantan Pandu dan Nila Betina Kunti
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.48/MEN/2012 tanggal 27 Desember 2012 tentang Pelepasan Ikan Induk ikan Nila jantan Pandu dan Induk Ikan Nila Betina Kunti
Instansi Pemulia
Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti, Dinas Kelautan dan Perikanan, Provinsi Jawa Tengah
Keunggulan
Persilangan nila jantan pandu dan nila betina kunti akan menghasikan benih sebar ikan nila larasati berwarna merah yang unggul dalam laju pertumbuhan dan daya tahan
Fekunditas 2.000 ± 3.000 butir telur per kg
Sintasan > 95%

13. Ikan Nila Salina
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.22/MEN/2014 tanggal 21 Maret 2014 tentang Pelepasan Ikan Nila Salina
Instansi Pemulia
Pusat Teknologi Produksi Pertanian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Keunggulan
Memiiki laju perumbuhan yang baik dan daya tahan terhadap salinitas sampai dengan 20-25 ppt, tahan serangan bakteri Streptococcus spp
Fekunditas 1.206,67 ± 424,42 butir untuk indukan berukuran 310,00 ± 60,83 g
Sintasan 78.79 – 86.02 %

14. Ikan Nila Nirwana-III
Dasar Hukum
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 28 /KEPMEN-KP/2016 tanggal 13 Juni 2016 tentang Pelepasan Ikan Nila Nirwana III
Instansi Pemulia
Balai Pengembangan Benih Ikan Wanayasa-BPBINM Jawa Barat
Keunggulan
Pertumbuhan cepat sudah dibudidayakan pada berbagai ekosistim, memiliki biomassa tinggi, konversi pakan lebih rendah dan lebih rendah penggunan obat
Fekunditas 3.187 butir/kg
Sintasan 83-87%

 

admin

Write a Reply or Comment