NILA JICA ( Oreochromis sp )

NILA JICA ( Oreochromis sp )

Pendahuluan

Nila JICA di introduksi ke Jepang (Niigata Fisheries Research Station) dari sungai nil, Mesir (bendungan aswan) tahun 1990. Diintroduksi oleh JICA ke Indonesia dari Kagoshima Fisheries Research station, Jepang pada 8 Juni 2002 Pemijahan pertama dilakukan BPBAT Jambi pada Bulan Februari Tahun 2003.  Di release melalui KepMen no. Kep.52/men/2004.

Pematangan Gonad Induk

Induk nila JICA yang dipilih untuk proses pematangan gonad harus induk yang sehat, tidak cacat, bentuk tubuh proporsional, berumur 6 bulan dengan berat rata-rata antara 250 – 300 gram/ekor IProses pematangan gonad dapat dilakukan di kolam, bak semen dan karamba jaring apung dengan kepadatan 1 kg/m3.

Pematangan gonad pada wadah bak semen dilakukan pergantian air sebanyak 50% setiap seminggu sekali. Pemeliharaan induk pada kegiatan pematangan gonad dilakukan terpisah antara induk jantan dan betina.Pakan yang diberikan berupa pellet komersial untuk induk dengan kadar protein minimal 30% sebanyak 3% per hari dari total biomassa dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari.

Seleksi Induk

Pengambilan induk nila JICA yang matang gonad dilakukan setelah melakukan proses pemeliharaan selama 15-20 hari dengan cara seleksi. Ciri-ciri ­sik induk nila betina matang gonad (siap pijah) yaitu pada bagian perut melebar, lunak jika diraba, bagian anus menonjol, kemerahan dan gerakannya lambat. Sedangkan ciri-ciri fisik induk nila jantan yang matang gonad yaitu berdasarkan ukuran dan kondisi induk.

Pemijahan Induk ikan nila

Pemijahan ikan nila JICA dilakukan secara alami yaitu dengan cara mencampurkan induk jantan dan betina hasil seleksi kedalam wadah pemijahan (kolam tanah, bak semen). Perbandingan induk jantan dan betina pada saat proses pemijahan 1 : 3-5 (1 ekor jantan, 3-5 ekor betina).Pada kegiatan pemijahan pencampuran induk ikan dilakukan dengan cara menebar induk betina terlebih dahulu ke dalam wadah pemijahan baru setelah 3-5 hari dilakukan penebaran induk jantan kedalam wadah pemijahan, dengan kepadatan 1 kg/ m3.

Pemberian pakan pada saat pemijahan sebanyak 1% per hari dari biomassa dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari. Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan di BPBAT Jambi dapat dilihat bahwa pertumbuhan ikan nila JICA tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan dengan strain lain yang ada di BPBAT Jambi yaitu nila GIFT dan nila Merah

Panen Larva

Pemanenan larva (ukuran 0,6 – 0,7 cm) dilakukan setelah hari ke-9 hingga hari ke-15 dari penebaran induk ke dalam wadah pemijahan (larva mulai berenang di permukaan kolam). Proses pemanenan dilakukan dengan cara larva di kolam diambil dengan serok halus (lambit) atau anco pada pagi dan sore hari, kemudian ditampung dalam hapapenampungan.

Pada saat menyerok larva dari kolam pemijahan, semua benih yang sudah berenang di permukaan air harus diambil sekaligus. Kalau beberapa larva masih tertinggal di dalam wadah, maka larva yang berukuran lebih besar akan memakan larva kecil yang baru keluar. Larva sebelum ditebar kedalam kolam pendederan dilakukan sampling untuk menghitung jumlah larva

Pendederan

Kegiatan pendederan nila JICA dimulai dari persiapan wadah pendederan (kolam atau bak semen) menyiapkan kolammulai dari pengeringan kolam, pengolahan tanah, pengapuran(dosis 50 – 100 g/m2),

pemupukan (dosis 200 – 500 g/m2),tepung ikan (dosis 10 gr/m2), dedak (dosis 20 gr/m2),Persiapan bak dilakukan mencuci bak dengan bersih, pengeringan ( p e n j e m u r a n ) dan pengisian air menggunakan saringan untuk mencegah masuknya predator (kolam/bak).

Padat tebar larva pada saat pendederan 200 – 250 ekor/m2. Pemberian pakan menggunakan pellet komersial dengan kadar protein berkisar antara 28-30%, pemberian pakan dilakukan secara ad libitum. Pellet yang diberikan berbedaukuran sesuai dengan ukuran larva/benih nila JICA.

Panen Benih

Kegiatan pemanenan benih nila JICA dilakukan dengan cara menjaring sudut kolam terlebih dahulu, bila benih

sudah terlihat sedikit baru dilakukan panen total dengan cara menjaring seluruh kolam. Sebelum dilakukan proses pemanenan benih sebaiknya tidak diberi makan sehari sebelumnya (diberok).

Benih hasil panen diseleksi berdasarkan permintaan ukuran pasar yaitu 1-3 cm, 3-5 cm dan 5-8 cm. Proses seleksi ukuran yang sesuai dilakukan dengan menggunakan alat bantu ember atau keranjang berlubang (grader).

Please rate

0 / 5

Your page rank:

admin

Write a Reply or Comment